TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, July 21, 2010

Untuk sebuah perenungan

saya ambil dari sebuah postingan di blognya mas alus

Assalamualaikum wr.wb,

ijinkan saya para sedulur semua untuk menuliskan catatan kecil, yang saya rangkum dari berbagai kitab ilmu hikmah yang saya pelajari selama ini untuk bahan perenungan bukan untuk diperdebatkan …. terima kasih…..selamat mengikuti…….

Dalam satu hikayat, seorang santri suatu hari meminta ilmu kepada Kiyainya yaitu untuk mampu melihat setan. Setelah menjalani laku batin (tirakat yang cukup berat) santri tadi benar benar bisa melihat apa yang diinginkanya. Suatu saat dia bertemu dengan raja Iblis, karena Raja iblis tadi hendak mencelakainya,maka dilayangkannya tinjunya, maka raja iblis pun terjungkal, selanjutnya raja iblis marah marah lalu berkata sombong amat kamu mentang2 umur kamu tinggal 3o tahun lagi ya???.

Al kisah, setelah mendengar perkatan raja iblis tersebut, santri timbul keyakinanya bahwa umurnya memang tinggal 30 tahun lagi, lalu ia mengkalkulasikan “kalau begitu yg 20 thn untk buat maksiat dan yg 10 tahun lagi untuk bertobat” katanya dalam hati…. Selanjutnya santri keluar dari pesantren dan memasuki dunia hitam. Namun baru memasuki tahun ke 3 ajal udah menjemputnya.

Ia mati dengan Su’ul khotimah Naudzzubillah….!

Itulah gambaran betapa liciknya setan dan iblis menggoda manusia. Bisa melalui wisik (bisikan gaib) atau berbagai cara lain.Sebagaimana dituturkan oleh Imam Al Ghazali bahwa setan memiliki 1001 cara untuk menyesatkan manusia diantaranya…

1. Manusia di cegah untuk ibadah

2. Apabila manusia dapat melintasinya atau melaluinya ditanamkan sifat ragu2 dalam beribadah

3. Bila berhasil yang ke2 dilaksanakan setan berusaha agar ibadat dilakukan dengan cepat

4. Jika 3 jebakan itu dapat dilalui ia biarkan penyempurnaan ibadahnya namun padanya ditanamkan sifat riya.

5. Jika tidak berhasil mulailah diseludupkan sifat ujub (menganggap ibadahnya semata mata karena dirinya bukan karena karunia ALLAH SWT.

6. Apabila pintu ujub tertutup maka akan dibukakan pintu ibadah pada Khalayak ramai sehingga mau tidak mau timbullah sifat riyanya..

7. Apabila manusia tersebut tidak mau mengikuti kehendaknya maka setan berusaha membiskkan bahwa ia termasuk orang yang bahagia dan

juga tidak ada pengaruhnya kalau Allah SWT telah mentakdirkan ia termasuk orang celaka.Maka apabila manusia dapat mengatasinya barulah ia selamat dari bujukan godaan dan rayuannya.

Berdasarkan atas pengamatan saya , bahwa orang yang memiliki kewaskitaan dan ketajaman mata batin, maka ia memiliki keberhasilan dalam hidupnya. Logikanya, ia akan mampu menangkap apakah suatu pekerjaan yg dilakukannya nanti menimbulkan kebaikan atau keburukan. Namun apabila ketajaman mata batin sudah mapan, justru banyak sekali godaannya diantaranya akan tumbuh sikap pamer atau show, mabuk pujian dan lain sebagainya.Untuk itu ketajaman mata batin tersebut harus diimbangin dngn kerendahan hati kita serta Kesadaran Agama yang tinggi.

Saya pernah mengesan nasehat seorang Alim yang Kasaf. ketika ada seorang paranormal yang berinisial x, yg saya nilai keterlaluan shownya, beliau berkomentar bahwa sebenarnya paranormal x, itu juga mendapat isarah dari Allah tentang hal tsb. Bedanya paranormal x itu mulutnya digas oleh nafsunya sedangkan para Ahli kasaf mulutnya justru direm oleh kerendahan hatinya.

Kesimpulannya diam bukan berarti tidak tahu sedangkan cuap-cuappun belum tentu menghetahui yang sebenarnya. Pendek kata ada hal-hal yang harus dipatuhi jangan sampai kewaskitaan tersebut justru akan menyeret seseorang memiliki sifat riya. seseorang yang sudah diyakini org lain sebagai pribadi yg memiliki ketajaman indra batin berarti ia berada dalam ambang batas antara rendah hati dan riya atau pamer, Maka dari itu pandai-pandailah membawa kemampuan tsb.

Rambu-rambu tsb jauh-jauh abad sudah ditancapkan oleh Nabi Muhammad SAW karena dalam haditsnya beliau sudah mengkhawatirkan pada akhir zaman nanti umatnya memiliki rasa ketergantungan terhadap ilmu ramal-meramal bukan ilmu kasaf.

Sehingga banyak hadist memberikan upaya pencegahan seperti disebutkan : bahwa mendatangi tukang ramal menanyakan sesuatu yang gaib kepadanya kemudian apa yang diucapkan diyakininya maka sangsinya sholatnya 40 hari 40 malam tidak di terima oleh Allah SWT .

Demikianlan catatan kecil ini saya buat untuk mengingatkan saya dan para sedulur semua untuk memiliki kerendahan hati dan selalu waspada terhadap tipu daya setan dan antek-anteknya yang berhusaha menjerumuskan manusia menuju jurang kesesatan.

Wassallamuaaikum wr wb.


---------------------------------------

semoga bermanfaat