TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, July 15, 2010

Siapakah Iblis & Syethan



Pengertian syetan secara terminologi berasal dari kata "Syaithona" artinya jauh dari yang hak, siapa saja yang dirinya jauh dari yang hak atau kebenaran maka dinamakan syetan. Sedangkan kata iblis berasal dari "Ablasa" artinya tidak punya kebaikan, siapa saja yang tidak berbuat kebaikan atau selalu berbuat jahat dinamakan iblis walaupun wujudnya manusia atau hewan.

Baik syetan atau iblis termasuk jenis makhluk halus, bangsa rohani yang tidak dapat dilihat kecuali atas izin Allah seperti para rasul, oleh sebab itu dia dapat memasuki diri manusia dari seluruh perjalanan darahnya, kecuali hati nurani manusia tempat bersimpuhnya iman yang tidak dapat dimasuki. "Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam diri manusia menurut perjalanan darahnya". (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam satu riwayat dikatakan bahwa iblis adalah raja dan syetan adalah tentaranya. "Dari Abu Musa ia berkata: Apabila berpagi iblis menyebarkan tentaranya dimuka bumi dan ia berkata: "Barangsiapa dapat menyesatkan seorang muslim, maka aku akan pakaikan dia mahkota". (HR.Ibnu Jauzi).

Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api.

AlHasan AlBashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir AlQur`anul ’Azhim, 3/94)

AsySyaikh Abdurrahman bin Nashir AsSa’di rahimahullahu mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir AlKarim ArRahman, hal. 406 dan 793)Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka.
AsySyaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Siapakah Iblis?
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat AlHasan AlBashri rahimahullahu.
Beliau menyatakan:
Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.”
(Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat AlKahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya)

Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, AlJashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan AsySyinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini beliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:

1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:
“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (AtTahrim:6)

“Mereka itu tidak mendahuluiNya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.”(AlAnbiya`:27)

2. Dzahir surat AlKahfi ayat 50

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.”

Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash AlQur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.”

Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yang berpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.”
Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut AlQurthubi,
adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Alasannya adalah firman Allah:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (AlBaqarah:34)

Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.
Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayat yang jelas.
Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat AlBaqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).

Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalah ini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–,Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karena menyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam AlQur`an sudah memadai dari yang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94) Asy Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusan dunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.”(Adhwa`ul Bayan, 4/120121)

Siapakah Setan?
Setan atau Syaithan menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala
(AlMisbahul Munir, hal. 313).

Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan
(dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu(manusia).” (AlAn’am:112)

(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan.

(Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga AlQamus AlMuhith (hal. 1071).
Yang mendukung pendapat ini adalah surat AlAn’am ayat 112:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan
(dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (AlAn’am:112)

Al Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu, ia berkata: Aku datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari
kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”

Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir,2/172)

Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim:
“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)

Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy Syaukani dan Asy Syinqithi.
Dalam masalah ini ada tafsir lain terhadap ayat itu, tapi itu adalah pendapat yang lemah.

Ketika membicarakan tentang setan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi)
mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”(Al A'Raaf:14-17)

Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selainKu,
sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (AlKahfi:50)

Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah setan-setan(Taisir AlKarim
ArRahman,hal.453)

Jin memiliki roh dan jasad.
Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan:
“Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’.

Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya.

Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan
mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’.

Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.”(Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kalajengking, juga dalam wujud unta,sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu AdDilalah,hal. 19dan 23)

Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda

Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin.

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:
“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.”(HR. AlBukhari no. 3860 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dalam riwayat Muslim disebutkan: “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”,)

Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata aliblaas yang bermakna attai` as (putus asa) dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (AlBaqarah:34)

Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab:
“Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al A'raaf:12)

Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Qiyas ini adalah qiyas batil karena bertentangan dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menyuruhnya untuk sujud. Sedangkan qiyas jika berlawanan dengan nash, maka ia menjadi batil karena maksud dari qiyas itu adalah menetapkan hukum yang tidak ada padanya nash, mendekatkan sejumlah perkara kepada yang ada nashnya, sehingga keberadaannya menjadi pengikut bagi nash.
Bila qiyas itu berlawanan dengan nash dan tetap digunakan/ diakui, maka konsekuensinya akan menggugurkan nash. Dan inilah qiyas yang paling jelek! Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mereka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita dengan firmanNya:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al A'raaf:27)

Karena setan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh setan. Allah Subhanahu waTa'ala berfirman:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyalanyala.”(Fathir: 6)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selainKu, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (AlKahfi:50)

Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya Syetan membisikan kejahatan pada telinga manusia.

Firman Allah: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Allah tuhan (Yang menjaga) manusia. Raja manusia. Tuhan manusia, dari kejahatan bisikan syetan yang biasa tersembunyi, yang membisikan kejahatan kedalam dada manusia dari golongan jin dan manusia" (QS.Annas:16).

Syetan menangis
"Apabila anak Adam membaca surat Assajadah , lalu ia sujud , niscaya menyingkirlah syetan sambil menangis dengan meratap : Ah ! celakalah aku . Anak Adam disuruh sujud lalu ia sujud maka ia mendapat surga , tetapi aku disuruh sujud maka membangkang , maka aku mendapat neraka" (HR. Ahmad , Muslim dan Ibnu Majah).

Syetan kencing
"Dari Ibnu Masud ia berkata : Diceritakan kepada Nabi SAW tentang seseorang laki-laki
yang tidur hingga subuh, sabdanya : Itulah orang laki-laki yang dikencingi oleh syetan pada kedua telinganya " (HR.Bukhari dan Muslim).

Syetan tertawa
"Apabila menguap salah seorang kamu dalam shalat , maka hendaklah ia tutup mulutnya sedapat mungkin dan jangan ia mengucapkan " Ah " , karena sesungguhnya yang demikian itu dari syetan dan ia tertawa karenanya " (HR.Bukhari).

Syetan mempunyai rambut dan jenggotnya kusut
"Dari Atha bin Yasr ia berkata : Telah datang laki-laki kepada Nabi saw dalam keadaan kusut rambut dan jenggotnya, maka Rasulullah memberi isyarat kepadanya, seakan-akan disuruhnya membereskan rambut dan jenggotnya. Maka orang itu mengerjakannya, kemudian ia kembali. Maka Rasulullah saw bersabda : Bukankah ini lebih baik dari pada seseorang yang datang dengan kusut rambutnya seperti syetan" (HR.Malik).

Syetan menyilangkan jari tangan
"Apabila salah seorang kamu berada didalam masjid, maka janganlah sekali-kali menyilangkan jari-jari tangan, karena menyilangkan jari-jari tangan itu dari syetan. Dan seorang kamu tetap dalam pahala shalat selama ia berada didalam masjid sehingga ia keluar darinya" (HR.Ahmad).

Syetan masuk dalam aliran darah manusia
"Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam diri manusia mengikuti pejalanan darah. Oleh sebab itu, aku takut syetan melontarkan suatu tuduhan atau suatu kejahatan dalam hatimu" (HR.Bukhari dan Muslim)

Syetan takut pada orang yang shalat berjamaah
"Jika ada tiga orang di desa atau digunung yang tidak diadakan shalat berjamaah, niscaya mereka dikuasai oleh syetan. Oleh sebab itu, hendaklah kamu berjamaah, karena sesungguhnya serigala tidak akan memakan kambing, melainkan yang terpisah sendiri dari rombongan" (HR.Abu Daud).

Hentakan kaki syetan menyebabkan wanita istihadhah
"Dari Amnah bin Jahsy bahwa ia keluar darah banyak dan deras dari kemaluannya (darah Istihadhah), lalu ditutup dengan kapas masih juga keluar dan ditutup dengan kain masih juga keluar.
Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya darah yang keluar deras itu ialah salah satu hentakan kaki dari hentakan hentakan-kaki syetan" (HR.Ahmad, Abi Daud dan Tirmidzi).

Syetan menghadang di saf shalat
"Apabila salah seorang kamu shalat dengan memakai batas (Sutroh), lalu ada seorang yang lewat dihadapannya, maka hendaklah ia menghalanginya. Tatapi jika orang itu enggan, maka boleh orang itu diperangi, karena dia itu tidak lain adalah syetan" (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw menangkap dan mencekik syetan
"Ketika Nabi saw akan melakukan shalat, lalu datang kepadanya syetan hendak memutuskan shalatnya. Maka Nabi saw menangkapnya lalu mencekiknya sehingga keluar air liurnya diatas tangannya" ( Dari Ibnu Qoyyim).

Syetan kentut
"Apabila diseru untuk melakukan shalat (azan), maka mundurlah syetan sampai terkentut sehingga ia tidak mendengar azan, maka apabila selesai azan ia kembali lagi. Dan apabila akan berdiri shalat (Iqamat), ia mundur lagi dan apabial selesai iqamat, ia datang kembali.... Al Hadits" (HR. Bukhari dan Muslim).

Syetan menyelip disaf shalat yang renggang
"Luruskan safsafmu,rapatkan bahu-bahumu (dalam Shalat) dan berlaku lembutlah terhadap tangan-tangan saudaramu, dan tutuplah tempat-tempat renggang, karena sesungguhnya syetan itu masuk pada celah-celahmu,bagaikan anak kambing yang menyelip di selahselah
induknya". (HR.Ahmad dan Thabrani).

Syetan menghalangi khusyu' shalat
"Dari A'isyah berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw, tentang menengok dalam shalat, maka sabda Nabi saw : Itu adalah satu curian cepat yang dicuri syetan dari hambaNya" (HR.Bukhari, Ahmad,Annasai dan Abu Daud).

"Akan datang syetan pada seseorang kamu dalam shalatnya, lalu syetan mengingatkan kepadanya, keperluan begIni dan begitu. Maka janganlah ia menurutinya, dan syetan datang pula kepadanya pada waktu tidurnya,maka syetan memberikan mimpi buruk padanya, maka jangan diikutinya" (HR.Abu Daud dan Tirmidzi)

Syetan membuat mimpi buruk
"Apabila seorang kamu bermimpi yang tidak disukai (mimpi buruk), maka hendaklah ia meludah kesebalah kiri tiga kali dan hendaklah ia membaca: "A'udzu billahi minasysyaithoonirrajim".Dan hendaklah ia pindah dari lambungnya ketika hendak tidur yang ia sedang ada diatasnya" (HR.Muslim, Abu Daud, Annasai dan Ibnu Majah).

Syetan memang hidup untuk mengganggu dan menggoda keturunan Adam agar anak cucunya menjadi kafir dan durhaka kepada Allah. Dalam menggoda manusia syetan tidaklah sendiri, tapi mempunyai jenis laki-laki dan perempuan dan mempunyai anak keturunan. "Dari Anas RA berkata: Nabi SAW apabila hendak masuk ke kakus, beliau membaca : "Bismillahi Allahumma innii a'udzubika minal khubutsi wal khabaitsi " (Dengan nama
Allah, Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari godaan syetan laki-laki dan perempuan) " (HR.Jamaah).

---------------------------------------------------------------------------------------
Semoga bermanfaat bagi kita semua....amiin ya robbal 'alamin
---------------------------------------------------------------------------------------